22 Mar 2015

Mama, Keteguhan dan Kebenaran

Aku harus diam sejenak untuk memikirkan apa yang harus aku tuliskan.

Rasanya hampir malas jari-jari ini mengetikkan satu per satu

huruf-huruf menjadi kata dan kalimat, dan kadang jenuh……meski bukan

aku seorang yang merasakan.





Duniaku, entah apakah ini harus aku jalani semua demi bukan

keinginanku, demi tugas dan kewajibanku, demi yang aku tak mengerti

berakhir sedih atau bahagia, toh seperti seorang anak kecil yang

menangis, menggapai-gapai keinginan namun tangan tak sampai, kemudian

mama yang mengambilkan, kemudian anak kecil itupun terdiam dan tenang

bermain.





Ku buka jendela dipagi ini, angin dingin bertiup menyapu muka dan

membasuh dinding-dinding kamar yang lusuh dan pengap. Bukankah hari

ini adalah seperti hari kemarin ? hari yang seseorang harus tetap

konsisten dalam kebenaran?, tak cukup kebenaran dipidatokan, tak

pantas hanya dituliskan tanpa keteguhan dan perbuatan.



Seseorang harus tetap berbuat benar meski dengan resiko berdarah-darah….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar