Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

2 Sep 2015

Iblis Lebih Mudah Menggoda 1000 Orang Ahli Ibadah Daripada Satu Orang Yang Berilmu

Di kitab Ihya 'Uluumuddiin
susunan Imam Al Ghazali
disebut bahwa setan lebih
mudah menyesatkan 1000
orang ahli ibadah (minim
ilmu) daripada seorang
alim yang berilmu.
Jadi ilmu harus ada
sebelum amal. Amal tanpa
ilmu ditolak. Ilmu tanpa
amal tidak manfaat. Ilmu
harus diamalkan. Dan
amal harus ikhlas.
" ….Allah akan
meninggikan orang-orang
yang beriman di antaramu
dan orang-orang yang
diberi ilmu pengetahuan
beberapa derajat. Dan,
Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu
kerjakan." (QS Al
Mujaadilah [58] : 11)
Katakanlah: "Adakah sama
orang-orang yang
mengetahui dengan
orang-orang yang tidak
mengetahui?"
Sesungguhnya orang yang
berakallah yang dapat
menerima pelajaran. Az-
Zumar [39]: 9).
"Sesungguhnya yang
takut kepada Allah di
antara hamba-hamba-
Nya, hanyalah ulama".
(TQS.Fathir [35]: 28)
„Adakah sama antara
orang-orang yang
mengetahui dengan
orang-orang yang tidak
mengetahui? (Az-Zumar:9)
Allah juga menyatakan
bahwa hanya dengan ilmu
orang bisa memahami
perumpamaan yang
diberikan Allah untuk
manusia.
"Dan perumpamaan-
perumpamaan ini Kami
buatkan untuk manusia,
dan tiada memahaminya
kecuali orang-orang yang
berilmu" (Al 'Ankabut:43)
Tuhan juga menegaskan
hanya dengan ilmulah
orang bisa mendapat
petunjuk Al Qur'an.
"Sebenarnya, Al Qur'an itu
adalah ayat2 yang nyata
di dalam dada orang-
orang yang diberi
ilmu" (Al Ankabut:49)

Sumber : media-islam.or.id

Di Atas Segala Cinta

Cinta itu memiliki tempatnya masing-masing, dan cinta tidak bisa
ditimbang dan diukur. Kalau saya ditanya lebih cinta mana kepada Mesir
atau kepada Mekkah, maka pertanyaan itu tidak bisa dijawab. Karena,
cinta Mesir adalah cinta tanah air; itu satu hal.
Sedangkan cinta Mekkah adalah cinta tempat ibadah, itu hal lain lagi.
Tapi mencintai apa saja yang berhubungan dengan Nabi adalah cinta di
atas segala cinta
-Syekh Yusri Rusydi

25 Agu 2015

Berusahalah Menjadi Muslim Yang Benar

Menjadi Muslim berbeda dengan menjadi orang Arab, maka Islamisasi
jelas-jelas berbeda dengan Arabisasi. Islam bukan ajaran Arab, walau
Al-Qur'an berbahasa Arab, dan Nabi Muhammad dari kaum Arab. Islam itu
jalan hidup, prinsip hidup. Faktanya, turunnya Islam justru ditentang
kaum Arab di masa itu karena Islam datang mengubah tradisi, keyakinan,
kebiasan jahil Arab.


Islam datang kepada kaum Arab membawa tatanan yang sama sekali baru
baik dalam hal tradisi, kebiasaan, akhlak, hukum, juga cara hidup.
Perlu dicatat, karena Al-Qur'an dan Nabi Muhammad berbahasa Arab, maka
bahasa Arab juga tidak bisa dipisahkan dari agama Islam. Juga
kewajaran, bahwa agama Islam awalnya disebarkan oleh orang Arab karena
memang agama Allah yang pamungkas ini berasal dari sana.


Mengenai tokoh-tokoh besar agama Islam ini adalah orang Arab itu pun
wajar saja, karena merekalah kaum awal yang beragama Islam. Jadi bisa
dikatakan, Arab belum tentu Islam, dan Islam tidak harus Arab, yang
jelas Islam itu pasti berdasar Al-Qur'an dan As-Sunnah. Juga salah
besar, bila dikatakan Islamisasi sama dengan Arabisasi, lantas menolak
Islamisasi dengan dalih, "Ini Indonesia, bukan Arab".


Apa bedanya? jelas sekali beda, menjadi Arab atau bukan Arab itu
takdir, sedangkan mengambil Islam atau mengabaikannya, itu adalah
pilihan. Islam itu Islam, tidak perlu ada pandangan "di sana Islam
Arab, d isini Islam Nusantara", ini pandangan yang justru memecah
belah Islam. Islam itu ya Islam, panduannya Kitabullah dan Sunnah,
Khulafaurrasyidin, juga tabiin, tabiut tabiin, ulama salaf, apapun
madzhabnya.


Adapun menjadi Muslim, tidak berarti meninggalkan budaya lokal, bila
bertentang dengan Islam tinggalkan, bila tidak ya lanjutkan.


Apa standar meninggalkan dan melanjutkan budaya setelah jadi Muslim?
Standarnya adalah akidah, bila bertentang dengan aqidah, ya harus
tinggalkan. Misalnya seperti budaya membuka aurat, menyembah pohon, ya
harus ditinggalkan. Berbeda dengan arsitektur, aneka makanan (halal),
ya lanjutkan.


Islam masuk ke Cina, arsitektur masjid mirip pagoda, boleh saja, tapi
sembahyang leluhur dengan hio, ya ditinggalkan, itu contohnya.


Islam masuk ke Indonesia, maka batik tetap lestari, bahkan menyerap
nilai Islam, itu boleh saja, tapi menyembah batu dan patung, dihapus.
Dalam Islam mudah saja, selama tidak dilarang syariat, amalkan saja,
namun bila sudah ada larangan syariat, Islam yang diutamakan. Maka
dalam Islam, semua produk (fisik atau non-fisik) selain aqidah, boleh
saja diadopsi, teknologi juga termasuk "produk non-aqidah". Dalam
berakidah atau bertauhid, kita mencukupkan diri pada Kitabullah dan
Sunnah, serta keterangan para ulama yang berkompeten di bidangnya, itu
yang terbaik.


kesimpulannya, belajarlah Islam, kaji terus Islam, jangan berhenti,
taatilah Allah dan RasulullahNya, karena kita kelak akan kembali
pada-Nya.


Jadi Muslim tidak harus surbanan, tidak harus berjubah, yang jelas
pikiran kita, lisan kita, amal kita harus berasas Islam. Jangan sampai
terbalik, kita surbanan, sarungan, pecian, berjubah, tapi pola pikir
dan referensi kita liberal, jauh dari Kitabullah Sunnah Rosul. Lebih
bagus kita batikan, kemejaan, kaosan, celanaan, lalu setiap kita
mikir, lisan, amal, semua ada dalil Kitabullah dan Sunnah. Lebih bagus
lagi, kita pecian, sarungan, surbanan, jubahan, dan semua pikiran,
lisan, amal kita, asasnya Kitabullah dan Sunnah.

Semoga bermanfaat.

24 Agu 2015

Pentingnya Membekali Anak-Anak Kita Dengan Pendidikan Agama Yang Benar

Anak adalah nikmat besar yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada kita.
Akan tetapi tidak semua dari kita mengerti bagaimana menjaga nikmat
tersebut. Menjaga akhlaq dan keimanan mereka adalah yang harus
diutamakan. Itulah yang diharap dan diinginkan oleh anak biar tidak
diucap oleh lidah mereka.


Orang tua cerdas dan bijak adalah orang yang senantiasa tahu apa yang
dibutuhkan oleh anak-anaknya. Dan di antara hal yang dibutuhkan oleh
anak tidak ada yang melebihi dari pentingnya keselamatannya kelak
setelah kehidupan di dunia ini. Jika ada orang tua yang begitu
semangat menyekolahkan anaknya di pendidikan tinggi dengan harapan
agar anaknya kelak mendapatkan pekerjaan yang layak dan menguntungkan
dari segi materi. Atau orang tua membekali modal besar untuk anaknya
agar bisa mandiri dan makmur dalam kehidupannya di dunia ini. Sungguh
ia adalah orang tua yang cerdas, senantiasa berfikir akan masa depan
sang anak. Akan tetapi seorang tua tersebut akan menjadi tidak bijak
lagi jika ternyata melupakan masa depan yang lebih lama lagi yaitu
kehidupan setelah kehidupan di dunia ini.


Ada masa depan nanti di alam barzah yang tidak hanya enam puluh atau
seratus tahun akan tetapi ribuan tahun, dan bersama penantian itu sang
anak akan menuai apa yang diperbuat saat di dunia dulu. Dan nanti
setelah kehidupan alam barzah akan dilanjutkan menuju kebahagiaan yang
hakiki atau kesengsaraan yang hakiki di syurga atau di neraka.


Siapa yang rela jika anaknya disiksa di alam barzakh dan di akhirat
nanti? Disiksa karena kita sebagai orang tua tidak pernah memikirkan
masa depan mereka setelah kehidupan ini. Disiksa karena kita sebagai
orang tua telah tidak memikirkan bekal anak-anak kita di kehidupan
setelah kehidupan di dunia ini.


Kita mungkin akan mudah tanggap jika anak kita gagal ujian akhir di
sekolah atau universitas, atau gagal dalam sebuah usaha dagangnya.
Akan tetapi kenapa kita tidak mudah tanggap dengan anak kita yang
malas melakukan shalat atau mulai melakukan sesuatu yang dilarang oleh
Allah?

Sungguh bahasa cinta adalah amat indah dan akan menghadirkan
keindahan. Cinta yang sesungguhnya kepada anak akan diterjemahkan
dengan kepedulian terhadap masa depan anak. Dan tidak ada masa depan
yang sesungguhnya selain masa depan di akhirat. Bukan cinta yang
sesungguhnya bagi orang tua yang hanya ingin membahagiakan anaknya
selama enam puluh tahun sepanjang hidupnya di dunia lalu melupakan
kehidupan yang lebih lama setelah di dunia ini.
Yang berani membiayai sekolah anaknya untuk mencari ilmu dunia dengan
biaya mahal tentu akan rela membiayai anaknya untuk mengambil bekal di
akhirat dengan biaya yang lebih mahal. Jika masih ragu untuk yang
demikian itu maka sangat diragukan kecintaan orang tua tersebut
terhadap anaknya bahkan sangat mungkin diragukan keimanannya kepada
kehidupan setelah kehidupan di dunia ini.


Dan tidak sampai disini, orang tua yang lalai memikirkan kebahagian
anaknya kelak di akhirat akan menemukan kesengsaran yang amat sangat
seperti yang pernah dikisahkan oleh Rasulullah SAW. Kisah orang ahli
ibadah yang hendak menuju ke syurga akan tetapi tiba-tiba ada yang
menyeru dari dasar neraka jahannam menginginkan agar orang yang hendak
masuk surga itu dimasukkan ke neraka bersamanya.


Melihat kejadian seperti ini Malaikat menghadap kepada Allah SWT dan
Allah SWT memerintahkan Malaikat agar menggiring orang tersebut ke
neraka. Ia adalah orang tua yang ahli ibadah, ahli sedekah dan ahli
kebaikan akan tetapi telah membiarkan sang anak tanpa ada bimbingan
agar semakin dekat kepada Allah dan tanpa pembekalan untuk di akhirat.
Maka disebabkan keteledorannya dalam mempersiapkan masa depan anaknya
di akhirat maka ia pun ikut rugi bersama sang anak di neraka jahannam.


Wallahu a'lam bishshowab.

Sumber : buyayahya.org

24 Jun 2015

Rindu Rosulullah

☆ Rindu Rosulullah ☆


¤ Ya Rosulallah,
Berabad jarak telah berlalu dari masamu,
ketika Engkau membangun ahlak mulia dari peradaban yang kelam,
berbagai cobaan dan perjuangan telah Kau lalui,
dari bertafakur di dalam gua hira yang sunyi,
hingga berperang di jabbal uhud demi menegakkan agama islam yang suci.


¤ Ya Rosulallah,
Engkaulah nabi yang hartawan,
pemimpin yang gagah dan rupawan,
tapi Engkau tidak berjuang demi harta benda,
bahkan seluruh harta bendamu Engkau sedekahkan demi kejayaan Islam.


¤ Ya Rosulallah,
Engkaulah pemimpin yang berhati mulia,
santun di hadapan anak yatim dan fakir miskin,
tapi tegas dan teguh di hadapan kaum kafir,
tak goyah imanmu karena ancaman,
tak luruh tekadmu karena cacian,
Kau panglima yang gagah perkasa,
mengobarkan jihad fi sabilillah.


¤ Ya Rosulallah,
Kau penghulu yang agung dan teladan bagi setiap amal perbuatan manusia,
apa yang Engkau titahkan adalah apa yang Engkau perbuat,
lurus jiwamu,
mulia akhlakmu,
Engkau terhindar dari dosa,
karena Engkaulah seorang hamba yang jiwamu berada dalam genggaman Tuhannya.


¤ Ya Rosulallah,
andai aku berada dekat di sisimu,
tentu kan ku basuh tangan dan kakimu
sebagai tanda cinta dan kerinduanku padamu.
Lihatlah jiwaku menangis,
terjebak dalam kehidupan yang menyakitkan hati,
lihatlah para pemimpinku kini,
bagaikan jiwa-jiwa terpenjara dalam belenggu harta kekayaan dunia,
mengingkari sumpah dan janji,
berpaling dari titah kasihmu yang suci.


¤ Ya Rosulallah,
lihatlah diriku menangis,
bagaikan anak yatim di tengah padang sahara sendiri,
negeriku bergelimang bencana,
bertabur laknat ditengah kilauan emas dan permata,
jangan biarkan diri kami binasa
dalam amarah Robbmu yang tak terampunkan.


¤ Ya Rosulullah,
lihatlah negeriku terjajah,
oleh keserakahan dan kedurhakaan nafsu,
seakan tak ada sabdamu,
seakan tak ada firman dari Robbmu,
memuja akal sendiri,
mengagungkan kebenaran sendiri.


¤ Ya Rosulallah,
berabad jarak diriku dari masamu,
tapi kerinduan ini tak pernah berhenti,
Engkaulah panutan dalam hijrah dan perjuangan,
dari zaman jahiliyah menuju zaman terang dengan sinar Al Qur'an.

--


© Copyright - All Rights Reserved

23 Jun 2015

Rindu Nabi, Rindu Rasulullah

☆ Rindu Rosulullah ☆





¤ Ya Rosulallah,

Berabad jarak telah berlalu dari masamu,

ketika Engkau membangun ahlak mulia dari peradaban yang kelam,

berbagai cobaan dan perjuangan telah Kau lalui,

dari bertafakur di dalam gua hira yang sunyi,

hingga berperang di jabbal uhud demi menegakkan agama islam yang suci.





¤ Ya Rosulallah,

Engkaulah nabi yang hartawan,

pemimpin yang gagah dan rupawan,

tapi Engkau tidak berjuang demi harta benda,

bahkan seluruh harta bendamu Engkau sedekahkan demi kejayaan Islam.





¤ Ya Rosulallah,

Engkaulah pemimpin yang berhati mulia,

santun di hadapan anak yatim dan fakir miskin,

tapi tegas dan teguh di hadapan kaum kafir,

tak goyah imanmu karena ancaman,

tak luruh tekadmu karena cacian,

Kau panglima yang gagah perkasa,

mengobarkan jihad fi sabilillah.





¤ Ya Rosulallah,

Kau penghulu yang agung dan teladan bagi setiap amal perbuatan manusia,

apa yang Engkau titahkan adalah apa yang Engkau perbuat,

lurus jiwamu,

mulia akhlakmu,

Engkau terhindar dari dosa,

karena Engkaulah seorang hamba yang jiwamu berada dalam genggaman Tuhannya.





¤ Ya Rosulallah,

andai aku berada dekat di sisimu,

tentu kan ku basuh tangan dan kakimu

sebagai tanda cinta dan kerinduanku padamu.

Lihatlah jiwaku menangis,

terjebak dalam kehidupan yang menyakitkan hati,

lihatlah para pemimpinku kini,

bagaikan jiwa-jiwa terpenjara dalam belenggu harta kekayaan dunia,

mengingkari sumpah dan janji,

berpaling dari titah kasihmu yang suci.





¤ Ya Rosulallah,

lihatlah diriku menangis,

bagaikan anak yatim di tengah padang sahara sendiri,

negeriku bergelimang bencana,

bertabur laknat ditengah kilauan emas dan permata,

jangan biarkan diri kami binasa

dalam amarah Robbmu yang tak terampunkan.





¤ Ya Rosulullah,

lihatlah negeriku terjajah,

oleh keserakahan dan kedurhakaan nafsu,

seakan tak ada sabdamu,

seakan tak ada firman dari Robbmu,

memuja akal sendiri,

mengagungkan kebenaran sendiri.





¤ Ya Rosulallah,

berabad jarak diriku dari masamu,

tapi kerinduan ini tak pernah berhenti,

Engkaulah panutan dalam hijrah dan perjuangan,

dari zaman jahiliyah menuju zaman terang dengan sinar Al Qur'an.



--





© Copyright - All Rights Reserved

10 Jun 2010

Kerinduan Al Qur'an

Sahabatku,
Andai Al Qur'an bisa bicara,
Ia akan berkata:
"Waktu kau masih anak-anak, kau bagai teman sejatiku, dengan wudhu kau
sentuh aku, dalam keadaan suci kau pegang aku, kau baca dengan lirih
dan syahdu, sekarang kau telah dewasa, nampaknya kau sudah tidak
berminat lagi padaku, apakah aku bacaan usang, yang tinggal sejarah?
Sekarang kau simpan aku dengan rapih, kau biarkan aku sendiri. Aku
menjadi kusam dalam lemari, berlapis debu, dimakan kutu dan rayap, ku
mohon peganglah aku kembali, bacalah aku dengan fasih setiap hari,
karena aku akan jadi penerang dalam kuburmu...

1 Jun 2010

Pengingkaran Orang Kafir Terhadap Kehidupan Akhirat

"Dan alangkah hebatnya sekiranya engkau melihat tatkala mereka disuruh
berdiri di pinggir neraka, lalu mereka berkata menyesal: Alangkah
baiknya sekiranya kami dikembalikan hidup di dunia sekali lagi, kami
tidak lagi akan mendustakan akan ayat-ayat Allah, dan kami akan menjadi
orang-orang yang benar-benar beriman"

"Bahkan telah nyata bagi mereka yang dahulunya tersembunyi (ghaib) bagi
mereka. Sungguhpun begitu, sekiranya mereka dikembalikan dapat hidup
sekali lagi di dunia, mereka pasti kembali kafir, kembali melakukan apa
yang pernah mereka lakukan. Sesungguhnya mereka itu adalah pembohong"

"Mereka berkata: Tidak ada kehidupan selain kehidupan di dunia ini, dan
tidaklah kita akan dihidupkan kembali" (QS Al-an'am 27-29)


Memang begitulah perangai orang-orang kafir, tidak meyakini adanya
kehidupan akhirat, dan mereka hanya mementingkan kehidupan di dunia
semata tanpa memperdulikan adanya dosa dan siksa yang kelak akan mereka
terima.

Nasib

Kadang kita sudah berhati-hati
tapi menjadi korban kecerobohan orang lain.

Kadang kita ikhlas berniat menolong orang lain
tapi dianggap sedang mencari muka.

31 Mei 2010

Hidayah dan kebebasan

Pagi-pagi sekali kubuka pintu rumah
aku lihat puncak Gunung Slamet yang megah berdiri di atas hamparan
sawah yang masih hijau.

Angin selatan berhembus perlahan
menyapa bilah-bilah rambutku yang masih acak-acakan,
benarkah gunung setegar itu kelak akan menumpahkan lahar ?
menyapu bersih seluruh kehidupan di bawahnya ?


Mungkin sebuah keniscayaan
meski waktunya entah kapan,
tapi agaknya penghulu alam mulai geram
menyaksikan sendi-sendi kehidupan porak poranda,
siapa pula yang menghancurkan
karena kita sendirilah yang menjadi pelakunya,
bukan orang lain menjadi kambing hitam
karena kita sendirilah yang memilih jalan kehidupan di antara benar dan
salah.

Jiwaku,
bukankah kita telah diberi anugrah terbesar
yang alam semesta tidak sanggup menerimanya ?


Jiwaku,
bukankah anugerah itu berupa hidayah keimanan ?
Bukankah kebebasan juga sebuah karunia ?
Dengannya kita memilih hidayah untuk menyelamatkan diri, atau
kesesatan untuk menghancurkan alam semesta...

8 Mei 2010

Bang Amir, Menelusuri Kata-Kata yang Hilang dalam Hidup

Muhammad Yusuf Efendi

Bang Amir, Menelusuri Kata-Kata yang Hilang dalam Hidup

6/5/2010 | 22 Jumadil Awal 1431 H | Hits: 587
Oleh: Muhammad Yusuf Efendi
Kirim Print
dakwatuna.com – Liqo di lereng pegunungan Fuji, sangatlah indah rasanya. Tanukiko, sebuah tempat camp yang indah dan rimbun. Udara gunung mengalir sepoi-sepoi menyemarakkan suasana pagi itu. Sangat jelas puncak pemandangan Gunung Fuji dari kejauhan yang diselimuti salju putih. Bang Amir teringat suasana liqo pagi itu, ketika membuka catatan kecil di buku hariannya. Terbayang dengan nasehat teman akan makna sebuah kata dalam suasan liqo pagi itu. Kata yang dibungkus dengan rasa cinta. Yang terkadang kata itu hilang ditelan seiring jalannya waktu dan usia.
Pernahkah kita memikirkan kata-kata yang hilang dalam hidup kita? Hilang bukan berarti kita tidak ingat terhadap kata-kata itu lagi, akan tetapi hilang karena kita sulit mengucapkan kata-kata itu kembali saat ini
Dalam kebiasaan orang Jepang, ketika orang sedang kasmaran atau baru saja menikah, maka berikut adalah daftar kata-kata yang selalu muncul, dan sering diucapkan.
- Sukidayo - aku suka kamu
- Aisiteiru - Aku cinta kamu
- Kansyasiteruyo - Terima kasih sekali
- Arigatou - Terima kasih (diucapkan dengan manja)
Kata-kata ini sungguh enak diucapkan dan didengarkan, bagi orang yang sedang kasmaran, ditelan indahnya kisah cinta. Ketika cinta menderu dalam dada, semua terasa indah. Setiap saat ingin saja hati mengucapkan kata-kata ini. Akibatnya kata-kata ini sulit dilukiskan dengan kata-kata. Bahkan seorang penulis menulis panjang dalam bukunya, hanya untuk menerjemahkan makna dari kata cinta ini. Inilah dahsyatnya rasa cinta. Rasa cinta menjadikan dua atau tiga kata berubah menjadi mempunyai makna yang indah dan luar biasa dalam hidup manusia.
Akan tetapi dengan berjalannya waktu, kata-kata ini menjadi barang yang sulit untuk diucapkan kembali. Lidah terasa kelu, kaku dan tidak mampu mengucapkan kata-kata sederhana ini. Kalau pun terucap di bibir, akhirnya hanya menjadi susunan kata-kata yang tidak bermakna, yang tidak dapat menggambarkan perasaan hati. Kumpulan kata-kata yang tidak dapat mengubah isi hati yang paling dalam. Apakah mereka berjauhan? Dan tidak saling bertemu? Bahkan terkadang sangat dekat sekali.
Dalam pepatah jawa, “Tresno jalaran soko kulino“, Cinta tumbuh karena terlalu seringnya mereka beriteraksi. Apakah begitu ? Bisa jadi pepatah jawa ini sudah dipatahkan oleh pasangan-pasangan manusia di dunia ini. Mereka bertemu setiap hari, akan tetapi lidah terasa kilu untuk mengucapkan cinta. Apakah berarti mereka sudah tidak saling mencintai? Bisa jadi mereka tetap mincintai.
Apalagi yang namanya lelaki. Menurut hasil analisa tentang lelaki di Jepang mengatakan bahwa ketika seorang lelaki mengucapkan “aku cinta kamu”, “aku suka kamu”, “terima kasih”, maka dia sedang menyatakan kekalahannya di hadapan istrinya. Takluk! Padahal kekalahan adalah hal yang paling tidak disukai oleh makhluk ini. Karena itu kata-kata melankolis adalah kata-kata yang kadang dihindarinya.
Apakah solusinya? Rasulullah bersabda, “Tahaddu tahabbu“. Saling memberi hadiahlah niscaya kalian saling mencinta. Dan hal ini ternyata ada juga dalam kebiasaan masyarakat Jepang. Ketika lidah terasa kelu mengucapkan cinta, salah satu cara solusinya adalah dengan memberikan hadiah kepada pasangannya. Mereka sibuk mencari hadiah apa yang paling cocok untuk mengganti kata-kata yang hilang dalam hidupnya.
Wahai saudaraku, telusurilah kata-kata dalam hidupmu, bisa jadi ada kata-kata indah yang dulu sering anda ucapkan, akan tetapi sekarang sulit anda ungkapkan. Cobalah dengan memberikan hadiah seperti contoh Rasulmu. Siapa tahu hal itu bisa menjadi pengganti kata-kata indah yang hilang dahulu.
Bagi anda yang sekarang berada dalam perjalanan, ingatlah istri anda di rumah. Mampir ke toko kecil di airport atau terminal, pilihlah hadiah yang cocok untuk istri tercinta anda, siapa tahu suatu saat kelak, anda dapat mengucapkan kata-kata indah itu kembali.
Martinez, 16 Jumadil Awal 1431 H

11 Mar 2010

GGT

Masih ada gonjang-ganjing
atas nama perjuangan,
jihad.



Pun
Masih
ada kemiskinan
kebodohan
memohon dientaskan
bukan diberantas.




Ketika bom meledak,
hingar bingar teriakan memohon pertolongan
dimana nurani,
dimana nurani...

GGT

Masih ada gonjang-ganjing
atas nama perjuangan,
jihad.



Pun
Masih
ada kemiskinan
kebodohan
memohon dientaskan
bukan diberantas.




Ketika bom meledak,
hingar bingar teriakan memohon pertolongan
dimana nurani,
dimana nurani...